Menjadikan Sergai Lebih Maju Lagi Kedepan Butuh Keseriusan Tidak Cukup Hanya Mimpi (Catatan Zuhari Pemimpin Redaksi Sinarsergai.com)

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang lahir pada tahun 2004 lalu kini sudah berusia 17 tahun tepat pada 7 Januari 2021. Tidak sedikit uang yang bersumber dari Pemerintah Pusat dan daerah telah digunakan untuk melaksanakan pembangunan di 17 Kecamatan dan 243 desa/keluarahan. Pembangunan yang sudah berdiri kokoh tersebut sebahagian masyarakat memang sudah menikmatinya dengan kondisi yang berbeda-beda dan ada juga pembangunan tersebut sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan bahkan ada yang menjadi pemasukan bagi pemerintah daerah.

Bangunan irigasi yang uangnya bersumber dari APBD Sergai ini menjadi salah satu bangunan yang dapat membantu para petani dalam meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan. Dengan adanya bangunan irigasi yang baik, maka petani akan dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan air terutama dimusim kemarau. Nah, jika ketersedian air tidak baik, maka akan mempengaruhi bagi pertumbuhan tanaman bahkan bisa hasilnya kurang memuaskan.  Bangunan ini hampir sudah merata berdiri di lahan pertanian masyarakat dan tidak tertutup kemungkinan ada juga yang sudah mengalami rusak. Namun bangunan ini harus benar-benar dirawat dan pelihara sehingga tidak mudah rusak,terutama dalam pembangunannya harus diawasi dengan sungguh-sungguh.Lemahnya pengawasan bisa berdampak terhadap kualitas bangunan yang dikerjakan kurang baik.

Selain bangunan irigasi yang dianggarkan hampir setiap tahunnya oleh Pemerintah Kabupaten Sergai, sarana jalan juga menjadi skala prioritas bagi masyarakat yang pembangunannya tidak luput dilaksanakan setiap tahunnya. Akses jalan yang baik jelas membantu masyarakat dalam melaksanakan berbagai jenis aktivitas setiap harinya, namun sangat disayangkan masih banyak pembangunan infrastruktur jalan yang hanya mampu bertahan dalam kondisi baik diperkirakan berusia 8 bulan hingga 1 tahun saja bahkan ada juga yang 4 bulan selesai dikerjakan sudah mengalami rusak.

Jalan ini sudah berulangkali mendapatkan anggaran perbaiki, namun diperkirakan hanya mampu bertahan dalam kondisi baik 4 bulan selesai dikerjakan sudah mengalami rusak. Lokasi di Desa Cempedak Lobang Kecamatan Sei rampah tidak jauh dari Gedung SMAN Sei Rampah.

Pelaksanaan pembangunan tidak hanya sampai disitu saja, Pemerintah Kabupaten Sergai terus setiap tahunnya melahirkan program untuk mewujudkan harapan masyarakat,semua sektor menjadi perhatian termasuk juga nelayan yang keseharian beraktivitas dilaut. Pada tahun 2018 yang lalu Pemerintah Kabupaten Sergai telah mengelontorkan anggaran cukup besar untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) berlokasi di Dusun I Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin.

Bangunan yang kini berdiri dengan kokoh telah menghabiskan anggaran mencapai Rp.3 Miliyar lebih bersumber dari dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKP). Namun, diindikasikan dampak lemahnya pengawasan tersebut sehingga menimbulkan kekecewaan sebahagian masyarakat terhadap hasil bangunannya. Tidak sedikit yang membicarakan terkait hasil bangunan yang seolah pembangunan telah dilaksanakan itu kurang baik bahkan disebut-sebut sudah menjadi perhatian aparat penegak hukum di Propinsi Sumatera Utara.

Kini bangunan itu sepertinya tidak banyak warga yang memanfaatkannya untuk sarana menjual kuliner. Nah, hasil pembangunan seperti ini tentunya bisa saja berdampak dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi keuangan Pemerintah. Justru itu dibutuhkan keseriusan dalam pelaksanaan program yang dilahirkan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap para pedagang dan untuk menata pedagang yang selama ini berjualan di tempat kurang layak dan sering menimbulkan kemacetan terhadap arus lalulintas di Kota Sei Rampah Kecamatan sei Rampah, Pemerintah Kabupaten Sergai membangun satu tempat bagi pedagang yang dipusatkan di Desa Sei Rampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *