Tempat Tinggal Nyaris “Ditelan Ombak, Masyarakat Harap Pemerintah Pusat Segera Relokasi

Tanjung Beringin,Sinarsergai.com –  Rumah masyarakat yang berlokasi di Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), kondisinya sangat memperihatinkan selama 18 tahun belakangan ini. Hal ini  disebabkan Pantai Merdeka yang tidak jauh dari berdirinya rumah tersebut sudah abrasi. Menyedihkan lagi ketika naiknya air laut yang membuat ratusan unit rumah nyaris “Ditelan Ombak”.Pasalnya ketika air laut naik hingga ke rumah, maka saat terjadi ombak rumah pun ikut goyang dan ini jugalah yang membuat penghuni rumah tidak dapat tidur dengan nyeyak dan nyaman.

Setiap ombak datang, ungkap Tiar lagi yang merupakan warga setempat, Senin (28/6/2021), masyarakat mengalami kambuh sakit jantungnya bahkan diiringi munculnya penyakit was-was dan susah tidur.. Nah kondisi banjir ini sudah belasan bahkan puluhan tahun dialami masyarakat, namun sangat menyedihkan hingga kini belum ada solusi maupun bantuan dari Pemerintah Pusat untuk melakukan relokasi ratusan unit rumah milik Kepala Keluarga (KK) yang saat ini terancam dibawa arus ombak laut.Terangnya.

(Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Kabupaten Sergai Yunasril SH,MKn didampingi istri Kikky Febriasi SH,MKn, Pengacara Rustam Efendi SH nikmati ikan bakar dan Kepah, dikediaman rumah Kades Bagan Kuala Sapril )

Masih kata Tiar, selain halaman dan rumah, jalan umum yang dipergunakan oleh masyarakat juga ikut kebanjiran sehingga membuat masyarakat yang mayoritas bermata pencarian nelayan itu mengalami kesulitan untuk melaksanakan aktivitas keseharian. “Sungguh menyedihkan yang dialami masyarakat Desa Bagan Kuala ini dan sangat diharapkan kondisi ini dapat diatas Pemerintah Pusat.Harap Tiar.

Sementara Kepala Desa Bagan Kuala Sapril menuturkan, banjir dan ombak besar ketika air laut pasang bukan tahun 2021 ini saja dialami oleh masyarakat, tapi sudah puluhan tahun yang lalu. “Kalau dibilang sedih, ya tentunya kita sangat sedih. Namun saat ini kita hanya bisa bermohon kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat Desa Bagan Kuala saat air laut pasang dan banjir agar dijauhi dari bencana yang bisa berakibat hilangnya nyawa warga Desa Bagan Kuala. “

(Jalan umum di Desa Bagan Kuala dijdikan arena bermain bagi anak-anak ketika banjir)

Kondisi itu sambungnya, diperparah dengan terjadinya berulangkali abrasi teerhadap bibir Pantai Merdeka yang dikhawatirkan pada 5 tahun mendatang nanti Desa Bagan Kuala akan menjadi kenangan saja atau tinggal namanya. Sebab bisa diprediksi pada 5 tahun kedepan jika melihat kondisi bibir pantai yang kerap abrasi dan dibarengi dengan datangnya ombak besar, maka sangat dikhawatirkan Desa Bagan Kuala dan rumah masyarakat akan hilang ditelan oleh ombak laut dan rata menjadi lautan.Ujar Sapril.

Nah, jika ditanya bagaimana solusinya sebut Sapril, tentunya kita sangat mengharapkan Pemerintah Pusat dapat segera melakukan relokasi rumah warga yang diperkirakan saat ini ditempati oleh 260 Kepala Keluarga. “Jika tidak segera diatasi maka Kabupaten Sergai akan kehilangan satu desa yakni Desa Bagan Kuala karena sudah menjadi lautan atau Sungai kedepannya.Ucap Sapril dengan nada sedih.

Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang Sergai Yunasril SH,MKn didampingi istri Kikky Febriasi SH,MKn dan Pengacara Rustam Efendi SH, menilai memang sudah selayaknya ratusan unit rumah masyarakat Desa Bagan Kuala untuk dilakukan relokasi guna menghindari terjadinya bencana besar dan korban jiwa. Disamping itu perlu dipersiapkan lahannya dan tidak terlepas juga dengan ketersediaan anggaran. Selain itu perlu dengan cepat pencegahan terjadinya terus-terusan abrasi.Ujar Yunasril. (R-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *