Awal 2022, Kejari Samosir Hentikan Penuntutan Melalui Restorative Justice

Samosir, Sinarsergai.com -Mengawali 2022, Kejari Samosir menghentikan penuntutan perkara penganiayaan dengan pendekatan Restorative Justice (RJ) tersangka Fernando Rumahorbo Als Fer Als Ando Als Nando yang melanggar pasar 351 ayat (1) KUHP.

Dalam keterangan persnya, Rabu (19/01), Kajari Samosir Andi Adikawira Putra menegaskan Keadilan Restorative merupakan program Kejaksaan Agung sesuai Perja 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative.

Adapun pertimbangan dikarenakan baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selain itu pasal yang disangkakan tidak lebih dari 5 tahun.

Masih menurut Kajari Samosir, telah ada kesepakatan perdamaian antara tersangka dan Korban pada Tanggal 12 Januari 2022. Dimana korban dan keluarganya merespon positif keinginan Tersangka untuk meminta maaf atau berdamai dengan Korban dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Selain kepentingan Korban, juga dipertimbangkan kepentingan pihak lain yaitu tersangka masih memiliki masa depan yang panjang. 

Cost dan benefit penanganan perkara serta mengefektifkan asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan.

Didampingi Kasi Pidum Samosir Kenan Lubis bersama Kasi Intel Samosir, Tulus Yunus Abdi, Kajari Samosir menuturkan pelaksanaan pengajuan/penghentian penuntutan berdasarkan Restorative Justice ini sudah dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagaimana diatur dalam Perja No.15 Tahun 2020.

Setelah tahapan tersebut dilaksanakan telah pula dilaksanakan ekspose terhadap pimpinan (JAM Pidum dan Kepala Kejaksaan Tinggi SUMUT) secara online hingga mendapat persetujuan untuk penghentian penuntutan. 

Setelah mendapat persetujuan, maka atasnama Kajari Samosir mengeluarkan surat ketetapan penghentian penuntutan No.73/L.2.33/Eoh:/01/2022 Tanggal 18 Januari 2022.

“Hal ini menandakan status tersangka dipulihkan,” ujar Kajari.

Masih menurut Kajari Samosir, bahwa Restorative Justice (RJ) ini merupakan bagian dalam mengasah hati nurani para Jaksa, bagaimana seorang Jaksa bisa memberikan keadilan yang nyata kepada masyarakat.

“Restorative Justice (RJ) merupakan salah satu langkah alternatif dalam penyelesaian Perkara yaitu dengan cara memberikan keadilan kepada tersangka dengan tidak membawanya ke dalam persidangan,” ujar Kajari Samosir.

Dikatakan Kajari Samosir, bahwa perkara ini dihentikan demi Hukum sebagaimana Pasal 140 dan Pasal 139 KUHAP, saya berharap keluhuran budi pekerti ini menjadi kebiasaan dalam kehidupan kita sehari-hari. (Relis/Kejari Samosir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *