Dedi juga meminta ketegasan pihak Kepolisian baik Polres Serdang Bedagai Jajaran Polda Sumatera Utara atas kericuhan yang terjadi Selasa (7/5) kemarin diduga ada aktor intelektual dibelakangnya untuk menggagalkan pra eksekusi saat dibacakan Konstatering dari PN Sei Rampah hingga eksekusi nantinya.
“Saat ini akibat Penganiayaan yang dilakukan sejumlah Warga yang diduga ada actor intelektual yang menyuruh mereka itu, Deny dan Niko dirawat di salahsatu Rumah Sakit untuk perawatan Intensif karena luka yang derita cukup serius dibagian perut, wajah dan kepala, bahkan Niko sempat dipukul dengan balok kayu dibagian kepalanya, dan semua bukti visual pemukulan dan siapa saja yang terlibat sudah kita serahkan kepada pihak SPKT Polda Sumut,” Tegas Dedi.
Ya diperkirakan seratusan warga yang datang saat hendak dilakukan pematokan titik koordinat oleh pihak Kantor ATR/ Badan Pertahan Nasional (BPN) Sergai berusaha menghalang-halangi proses pematokan ditunda. (R-05)













