(Teks Foto : Bupati Sergai H. Darma Wijaya berikan plakat berupa penghargaan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sergai Drs. H. Hasful Huznaen,SH, di Aula Sultan Serdang, Minggu (12/5/2014)
SERGAI,Sinarsergai.com – Seminar dan Silaturahmi Ulama, Zuama, Tokoh dan, Cendikiawan Muslim Sergai, dibuka secara resmi oleh Bupati Sergai H. Darma Wijaya, di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Minggu (12/5/2024).
“Mengutip dari perjalanan dan sejarah Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan yang amat berat, tetapi beliau sabar, tegar bersama umat, sahabat, semua yang berjuang di jalan Allah. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik dengan kebersamaan dan rasa sabar.
Nah begitu juga halnya kita ingin merubah nasib, maka ubahlah dengan sendiri sebagaimana ditegaskan dalam Surat Ar-Rad ayat -11 bahwa “Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum tersebut yang mengubahnya.”

Isi kandungan ayat Alqur’an ini perlu jadi renungan dan amalan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga di daerah ini jika Ulama dan Umaro (Pemerintah/Penguasa) sudah saling bergandengan tangan dalam membangun daerah ini, maka tidak sulit untuk mewujudkan daerah ini menjadi Sergai Maju Terus (Mandiri,Sejahtera, Religius).
Dikatakannya, kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan seminar ini merupakan momen yang penting dan jangan dilewatkan,apalagi bersama para ulama. Sebut Bupati.
Ia berharap momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai wadah silaturahmi untuk meningkatkan kebersamaan antara Pemerintah Kabupaten Sergai dengan alim ulama, tokoh agama, dan masyarakat Sergai, dan yang paling penting untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiah dan batiniah antara sesama umat Islam di Tanah Bertuah Negeri Beradat. Ujar Darma Wijaya.
Ketua MUI Sergai Drs. H. Hasful Huznain, SH, sebelumnya menyampaikan, jika persaudaraan atau Ukhuwah Islamiyah sifatnya lebih penting dari sekadar simbol- simbol apa pun, termasuk perbedaan pandangan atau pilihan politik.
Baginya, perbedaan adalah sesuatu yang wajar dan diperbolehkan karena itu berdasarkan ijtihad masing- masing. Namun kata Hasful, perbedaan itu tidak benar kalau selanjutnya sampai memutuskan tali silaturahmi.













