Iswadi pun sempat meralat pernyataannya bahwa biaya tagihan dikawasan Perumahan Cemara tidak menutupi biaya mesin untuk mengalirkan air kekawasan itu. Hal ini diakuinya karena adanya kesalahan pemahaman.
“Sebenarnya bukan hanya kawasan Perumahan Cemara saja. Biaya mesin yang sebesar Rp 30an juta perbulan itu untuk mengalirkan air ke kawasan Parbangunan, sebagian dalan lidang dan kawasan perumahan Cemara Madina. Saya akui kesalahan kata-kata saya,” jelasnya mengakhiri. (ril/R-06)













