Tina br. Panggabean didampingi anaknya Rina Br. Manurung menceritakan, peristiwa yang terjadi pada hari Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan OTK masuk ke rumah mereka lalu memukuli Doli Manurung yang sebelumnya telah menutup kepala Doli dengan baju Suiter.
“Saya tidak terima saat anak saya dipukuli oleh mereka (puluhan OTK) didalam rumah dan dihadapan saya selaku orangtuanya. Orangtua siapa yang tega melihat anak kandungnya dipukuli. Kalaupun dia (Doli-red) bersalah silahkan diproses secara hukum dan dilaporkan ke polisi. Bukan dipukuli seperti binatang. Saya aja orangtuanya tidak pernah memukul anak saya, “ujar Tina sedih.
Tina juga menegaskan bahwa anaknya tidak ada kaitannya dengan club motor atau genk motor yang seolah dikait-kaitkan turut melakukan penganiayaan dan pemukulan terhadap anggita TNI-AD tersebut.
Menambahi keterangan Tina Br. Panggabean, Rina Br. Manurung yang merupakan adik kandung Doli Manurung yang saat ini masih kritis di Rumah Sakit Bhayangkara akibat dipukuli dan dianiaya oleh puluhan OTK mengatakan jika permasalahan antara Doli Manurung dan sejumlah anggota TNI-AD yang diketahui bertugas di Yonif Rider 100/PS berawal dari salah satu kawasan tempat hiburan malam di Kota Medan dan berlanjut sampai di angkringan Jalan Guru Patimpus pada Minggu dini hari.
” Menurut cerita yang melihat di lokasi, pihak Doli dan sejumlah TNI-AD yang sempat ribut di tempat hiburan bertemu lagi di angkringan, kemudian mereka memukuli abang saya Doli Manurung dan saat itu dia sudah terkapar, lalu bubarlah semua, namun sejumlah anggota TNI-AD tadi ada lari mengarah ke Sekip. Jadi kami waktu itu tidak tahu lagi yang terjadi selanjutnya, “tutur nya.
“Pagi harinya saat sampai di rumah, kami sempat menanyakan kondisi abang kami itu (Doli Manurung-red) karena kepalanya sudah diperban dan banyak luka-luka. Dia hanya mengatakan baru berantam dan pergi tidur ke kamarnya, hingga akhirnya, puluhan Pemuda datang ke rumah dan masuk dengan paksa dan memukuli abang saya di depan kami, ” sebut nya lagi.













