Ia juga menjelaskan bahwa dana pembangunan fasilitas ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan penyediaan sumber air melalui sumur bor menjadi solusi atas permasalahan air yang dihadapi.
“Sebelumnya, UPTD BBI Melati II masih mengandalkan air irigasi. Namun, karena perbaikan irigasi beberapa waktu lalu, aliran air terhenti, yang menyebabkan kematian indukan benih akibat kekurangan air. Kami berharap dengan adanya sumur bor ini, masalah tersebut dapat teratasi dan kegiatan pembenihan dapat berjalan lebih baik,” tambah Claudia.
Hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimcam Perbaungan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. (ril/Sb-01)













