Di sini, keunggulan lokal bukan sekadar tema, melainkan identitas yang melekat erat.
*(Menguatkan Ikatan dengan Pembaca Setia)*
Sebagai media yang telah mengabdi selama hampir delapan dekade, Mimbar Umum memiliki hubungan emosional yang kuat dengan para pembaca setianya. Pembaca ini bukan hanya konsumen berita, tetapi bagian dari perjalanan sejarah panjang Mimbar Umum.
Dalam era digital, upaya mendekatkan diri dengan pembaca muda dilakukan melalui interaksi di media sosial dan berbagai acara komunitas, tanpa meninggalkan pembaca setia.
Dengan pendekatan yang inklusif ini, Mimbar Umum memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat merasa memiliki bagian dalam perjalanan media ini.
*(Edisi Cetak sebagai Produk Premium)*
Meskipun transformasi digital menjadi fokus utama, edisi cetak Mimbar Umum tetap menjadi simbol dari tradisi panjangnya dalam dunia jurnalisme.
Edisi cetak ini tidak sekadar media, tetapi juga warisan budaya jurnalistik.
Memposisikan edisi cetak sebagai produk premium—dengan laporan khusus, investigasi mendalam, dan opini pakar—Mimbar Umum menawarkan pengalaman membaca yang berbeda dari layar digital, suatu hal yang tak tergantikan.
*(Berkomitmen untuk Masa Depan)*
Menginjak usia ke-79, Mimbar Umum menyadari bahwa kemampuan bertahan tidak hanya bergantung pada adaptasi teknologi, tetapi juga pada komitmen yang teguh pada etika dan nilai-nilai jurnalistik.
Di tengah arus perubahan, Mimbar Umum tetap berpegang teguh pada prinsip jurnalisme yang jujur, adil, dan mengedepankan kepentingan publik.
Inilah yang menjadikan Mimbar Umum tetap relevan di setiap era—sebagai cahaya yang tetap menyala dalam gempuran perubahan.
Dengan semangat yang diwariskan oleh pendirinya, Mimbar Umum berkomitmen untuk terus menjadi corong suara masyarakat, melampaui batasan usia dan teknologi.
Eksistensi bukan sekadar soal kehadiran, melainkan soal kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat. Mimbar Umum berdiri sebagai bukti bahwa jurnalisme berkualitas tetap akan hidup dan menyala terang, berapa pun usia dan sekeras apa pun tantangan yang dihadapi. *(Penulis Redaktur Senior Mimbar Umum)*













