Soal Eksekusi Aset PB Al- Wasliyah, Ketum PP GPA : Siap Kolaborasi Dengan Aparat Hukum – Sinarsergai
Daerah

Soal Eksekusi Aset PB Al- Wasliyah, Ketum PP GPA : Siap Kolaborasi Dengan Aparat Hukum

×

Soal Eksekusi Aset PB Al- Wasliyah, Ketum PP GPA : Siap Kolaborasi Dengan Aparat Hukum

Sebarkan artikel ini

MEDAN,Sinarsergai.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA), H. Aminullah Siagian, S.Pd.I, menegaskan komitmen mereka untuk berkolaborasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan eksekusi aset Pengurus Besar (PB) Al Washliyah di Desa Helvetia berjalan kondusif.

Hal ini disampaikan Aminullah didampingi Ketua PW GPA Sumut, Nurul Yakin Sitorus, kepada wartawan usai acara Milad ke-84 GPA di Lapangan Kampus UNIVA Medan, Jumat (10/1/2025) malam, menanggapi rencana eksekusi lahan 32 hektar milik Al Washliyah di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diwakili oleh Dirsosbud Baintelkam Polri, Brigjen Pol Nanang Rudi Supriatna, serta Kapolda Sumut yang diwakili Dir Intelkam Polda Sumut, Kombes Pol Dwi Indra Maulana, S.I.K.

Saat dikonfirmasi tentang informasi aset PB Al Washliyah tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) dan rencananya akan segera dilakukan eksekusi pengosongan lahan, Aminullah menyatakan, “Kami di GPA akan berkolaborasi dan berdiskusi dengan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk memastikan eksekusi ini berjalan secara kondusif dan tanpa kendala,” tegasnya.

Sementara itu dalam pidatonya di hadapan seribuan kader GPA yang hadir, Aminullah juga menyampaikan komitmen penuh untuk mengamankan seluruh aset Al Washliyah, khususnya di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Al Washliyah siap menjadi garda terdepan dalam mengawal dan merebut kembali aset-aset organisasi yang saat ini dikuasai oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Al Washliyah, khususnya di Sumut, memiliki banyak aset yang saat ini menjadi incaran pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Kami, GPA, akan menjadi garda terdepan untuk mengawal dan mengambil alih seluruh aset tersebut. Tidak hanya di Sumut, tetapi juga di Aceh, Jambi, Riau, dan sejumlah wilayah lainnya,” ujarnya dengan penuh semangat.

Aminullah menegaskan bahwa seluruh aset ini merupakan hasil infak dan wakaf para ulama serta masyarakat, sehingga wajib dijaga dan dikawal oleh GPA. “Ini adalah amanah besar bagi kami. Semua aset ini akan kami rebut kembali dari pihak-pihak yang telah menguasainya secara tidak sah. Kami tidak akan tinggal diam,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *