Pasar Bengkel Mulai Redup Bagi Pedagang, 100 Pekerja Menganggur – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Pasar Bengkel Mulai Redup Bagi Pedagang, 100 Pekerja Menganggur

×

Pasar Bengkel Mulai Redup Bagi Pedagang, 100 Pekerja Menganggur

Sebarkan artikel ini

Yuslinar, salah seorang pemilik Kios Sahabat Baru, (51) warga Dusun I Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan,Serdang Bedagai,Sumatera Utara, menuturkan banyak kios yang tutup karena pembeli sepi. Kondisi itu membuat para pedagang tidak sanggup lagi berjualan dan terpaksa menutupnya. Sepinya pengunjung dan pembeli diperkirakan sejak dioperasikannya Jalan tol.

Sedihnya lagi, kios-kios yang menjual aneka buah tangan sekarang ini tidak lagi memperkerjakan orang lain dan dijaga sendiri,sebab hasil penjualan terus mengalami penurunan.

Masalah keresahan para pedagang ini sudah lama disampaikan, namun tidak ada juga solusi bagaimana bisa Pasar Bengkel ini ramai seperti dahulu sekitar 15 tahun yang lalu sebelum jalan tol dioperasikan. Pemkab Sergai sepertinya tidak siap dan gagal mensejahterakan masyarakat pedagang di Sergai khususnya di Desa Bengkel. Ungkap Yuslinar dengan nada sedih, Selasa (1/4/2025).

Di tempat yang sama,Hj. Siti Rahayu (43) warga Dusun I Desa Bengkel, mengungkapkan, sebenarnya keresahan pedagang sudah sering disampaikan ke pihak yang berkompeten di Pemkab Sergai agar segera dicarikan solusi, tapi apa yang di dapat, malah ocehan yang mengurangi semangat pedagang untuk terus bertahan dan berjuang dengan kondisi yang sulit sekarang ini.

Siapa yang tak sedih, ketika pihak yang diharapkan dapat memberi solusi, eh malah dibilang Pasar Bengkel ini sudah mati.

Ia juga menuturkan pernah ditawari aneka buah tangan yang dijualnya agar dimasukan ke Galery UMKM Serdang Bedagai yang ada di Rest Area KM 65, ia menolaknya karena banyak tidak laku.

Hal itu sebut Siti, diketahuinya dari teman kios yang jual aneka oleh-oleh itu di Galery UMKM Sergai, begitu dimasukan dan diganti dengan Lebel Dambaan, pulangnya begitu juga karena tidak ada yang laku.

Sekarang ini terpaksa dijaga sendiri dan tidak sanggup lagi merekrut orang lain. Pasalnya, pendapatan tidak seimbang dengan pengeluaran untuk membayar gaji pekerja karena pendapatan tidak seperti dahulu sebelum Jalan Tol dioperasikan.

Jalani aja dengan penuh keyakinan. Bantuan dari pemerintah seingatnya hanya Tirai,itupun sudah lima tahun lalu. Sedangkan bantuan seperti modal belum ada seingat saya sejak tahun 2019 hingga sekarang banyak pedagang terpuruk dan tidak berjualan lagi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *