Menurut Syamsu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BKKBN sangat strategis dalam menciptakan lingkungan kondusif bagi anak dan peningkatan produktivitas keluarga.
“Dukungan pemerintah daerah seperti yang ditunjukkan Sumut melalui program Kolaborasi Sumut Berkah, menjadi kunci keberhasilan TAMASYA. Harapan kita, program ini memberi kontribusi positif bagi terwujudnya generasi emas Indonesia 2045,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menuturkan bahwa TAMASYA merupakan salah satu dari lima quick wins yang diluncurkan Kemendukbangga/BKKBN.
“Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan daycare unggulan berstandar tinggi melalui kerja sama antar lembaga pemerintah dan swasta,” katanya dari Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Wihaji juga menyoroti pentingnya program ini dalam mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kerja formal. Berdasarkan data BPS 2024, partisipasi perempuan dalam sektor formal masih rendah, yaitu 36,32% dibanding laki-laki yang mencapai 45,81%.
Peluncuran Program TAMASYA di Sumut turut ditandai dengan pemotongan pita dan penyerahan koper berisi Alat Permainan Edukatif (APE) dari Ketua Tim Kerja Pemaduan Kebijakan Kependudukan BKKBN Sumut kepada Kepala UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Dinsos Sumut, Lily Maulina Lubis.













