Menurut Alumni Indef school of political economy Jakarta Nasky, menyebut kebijakan ini tidak hanya memberi penghargaan atas perubahan perilaku baik warga binaan pemasyarakat terkhususnya anak-anak. Tetapi ini bukan hanya soal pengurangan masa tahanan, tapi tentang menghargai proses perubahan perilaku positif serta mendukung semangat keadilan restoratif.
“Semantara itu, Nasky juga menambahkan, Publik mendukung agar anak-anak yang masih berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LKPA) termotivasi serta lebih giat lagi berbuat kebaikan sehingga dapat meningkatkan kontribusi positif mereka dan ini bagian dari solusi sosial yang berdampak luas manfaatnya,” sambungnya.
Nasky menegaskan, bahwa semua manusia pasti punya kesalahan termasuk anak-anak yang ada di LPKA. Namun, kata NPT sapaan akrabnya menyampaikan, dari kesalahan yang mereka perbuat pasti ada fakto-faktor lain melatarbelakanginya. Untuk itu, jangan sampai masa depan generasi bangsa itu suram tanpa arah dan tujuan.
“Generasi penerus masa depan bangsa harus tumbuh secara sehat, kreatif, dan berkarakter. Anak-anak bangsa harus tumbuh jadi manusia yang berani, mandiri, optimis, ingin meraih ilmu dan ingin berbuat yang terbaik untuk orang tuanya, untuk saudara-saudaranya dan untuk bangsanya,” tegasnya.
“Oleh sebab itu, Langkah Menteri Imipas, Agus Andrianto wujud dari konsistensi dan komitmen nyata dalam memperjuangkan dan memperhatikan hak-hak dasar generasi masa depan bangsa, selaras dengan asta cita Presiden RI, Prabowo Subianto,” tambahnya.
Lebih dalam lagi, Nasky menilai, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dibawah kepemimpinan Menteri Imipas, Agus yang terus berbenah diri serta bertransformasi kearah yang lebih maju, bermanfaat luas bagi warga binaan pemasyarakat (WBP) melalui berbagai program-program sosial, pendidikan dan keterampilan.
“Maka karena itu, Ia mendukung serta mendorong kebijakan tersebut terealiasikan dengan baik. Dengan sinergi kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan dan elemen masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang berkeadilan, lebih maju, sejahtera, dan makmur,” tutupnya.













