Sementara itu, Ketua Tim Diklat BIN, Soemirati Baskoro, menjelaskan bahwa peserta Diklat dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing ditugaskan ke Aceh dan Sulawesi Utara. “Kami memilih kedua daerah ini karena memiliki karakteristik khusus, yakni daerah pasca-konflik dan daerah perbatasan. Ini penting untuk memperkaya wawasan peserta mengenai dinamika sosial dan keamanan nasional,” ujarnya.
Soemirati juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Aceh atas penerimaan dan keterbukaannya. “Terima kasih atas sambutannya, Pak Wagub. Kami optimistis duet Pak Mualem dan Pak Fadhlullah, yang sama-sama berasal dari akar rumput, akan membawa Aceh menuju kemajuan yang lebih baik,” pungkasnya.
Zainal













