Usai sesi sambutan, Kapolresta Tangerang bersama Kepala Rutan dan jajaran meninjau langsung area Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) untuk melihat proses produksi sepatu “Rutira”, hasil karya warga binaan yang menjadi ikon pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Tangerang. Dalam kesempatan itu, Kapolresta menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas dan kreativitas yang ditampilkan melalui produk sepatu “Rutira”, yang dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di pasaran.
“Saya sangat mengapresiasi hasil karya warga binaan Rutan Tangerang ini. Sepatu ‘Rutira’ tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pembinaan yang nyata. Ini bukti bahwa pembinaan di Rutan Tangerang berjalan dengan efektif dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif,” puji Indra.
Selain meninjau Bimgiat, rombongan juga mengunjungi blok hunian warga binaan, area dapur, serta Anjungan Satu Warna, yang merupakan inovasi layanan Rutan Kelas I Tangerang dalam memberikan kemudahan dan transparansi bagi pengunjung serta warga binaan.
Pada kesempatan tersebut, Kapolresta juga mengapresiasi adanya inovasi Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) sebagai bentuk nyata komitmen Rutan Tangerang dalam menertibkan penggunaan alat komunikasi ilegal di dalam lingkungan Rutan, sekaligus menghadirkan sarana komunikasi resmi yang aman, terpantau, dan berizin bagi warga binaan.
Sebagai bentuk apresiasi dan mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan diakhiri dengan pertukaran cinderamata, di mana Rutan Kelas I Tangerang menyerahkan sepatu “Rutira” hasil karya warga binaan kepada Kapolresta Tangerang, dan Rutan Kelas I Tangerang menerima plakat kenang-kenangan dari Polresta Tangerang.
Sinergi ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Rutan Kelas I Tangerang dan Polresta Tangerang dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang profesional dan humanis.
Zainal













