Aksi Damai di KEK Sei Mangkei Berujung Tegang, Buruh Desak Pemerintah Bertindak Tegas terhadap PT Alliance – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Aksi Damai di KEK Sei Mangkei Berujung Tegang, Buruh Desak Pemerintah Bertindak Tegas terhadap PT Alliance

×

Aksi Damai di KEK Sei Mangkei Berujung Tegang, Buruh Desak Pemerintah Bertindak Tegas terhadap PT Alliance

Sebarkan artikel ini

Usai aksi, dilakukan mediasi antara perwakilan FSP KEP SPSI, manajemen PT Alliance, PT Kinra Arif Santoso, Administrator KEK Sei Mangkei Irwan Sitorus, dan Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang. Namun, mediasi tersebut berjalan alot dan berakhir tanpa kesepakatan. “Kami sudah membuka ruang dialog, tapi perusahaan tetap bersikeras. Jika tidak ada tanggapan positif, kami akan turun lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Arif usai pertemuan.

Dalam suasana mediasi yang tegang itu, sempat terjadi insiden ketika Kepala Administrator KEK Sei Mangkei Irwan Sitorus terlihat marah di hadapan Kapolres dan awak media saat disinggung mengenai minimnya kepedulian terhadap persoalan buruh. Sikap tersebut menuai kecaman dari serikat pekerja yang menilai tindakan Irwan tidak pantas ditunjukkan oleh seorang pejabat publik. “Sikap arogan seperti itu memperlihatkan ketidakberpihakan terhadap buruh. Seharusnya beliau menjadi penengah, bukan memihak pengusaha,” ujar salah satu peserta aksi.

Dalam pernyataannya, Ketua PC FSP KEP SPSI Siantar–Simalungun menegaskan lima poin sikap: mempekerjakan kembali Muhammad Alfaldi dan Tegar Wibowo; menuntut PT Alliance mematuhi surat anjuran Disnaker Simalungun; mendesak pencopotan HR Manager PT Alliance Ali Dyna Lase; memperbaiki hubungan industrial antara manajemen dan serikat; serta meminta pemerintah mencopot Kepala Administrator KEK Sei Mangkei karena dinilai gagal menjalankan fungsi tripartit. “Kami ingin hubungan industrial yang sehat, bukan intimidasi,” tegas Arif.

Sekira pukul 16.30 WIB, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan seluruh tuntutannya. Aksi berjalan aman, damai, dan mendapat pengawalan aparat kepolisian. Namun, para buruh berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan bagi dua rekan mereka ditegakkan. “Kami tidak akan berhenti sebelum mereka dipekerjakan kembali. Ini bukan hanya perjuangan dua orang, tapi perjuangan seluruh buruh Indonesia,” pungkas Arif Sitanggang dengan penuh semangat.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *