“Dengan potensi sebesar ini, tentu sangat disayangkan bila aktivitas pelabuhan terganggu. Kita berharap dengan kunjungan Bapak Wakil Gubernur Aceh, persoalan ini bisa segera direspons dan ditangani secara nyata,” Ungkap Wabup.
Ia menambahkan, apabila tidak segera dilakukan pengerukan dan penambahan jeti batu muara, maka arus keluar masuk kapal di Kuala Idi akan terus terganggu. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memicu naiknya harga ikan di pasaran dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pesisir dan secara khusus di masyarakat di Aceh Timur secara umum.
“Jika aktivitas nelayan terganggu, dampaknya akan terasa langsung oleh masyarakat luas. Harga ikan bisa melonjak, dan perekonomian pesisir akan lesu. Karena itu, kami sangat berharap ada langkah cepat dan tepat dari Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pusat,” Tutup T. Zainal Abidin.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh Dr. Darmawan M. Ali, ST, MISD selaku Asisten II Setdakab Aceh Timur, Camat Idi Rayeuk M. Hasbi, S.E., M.M, Danpos Lanal Idi M. Rizki A.A, KBO Satpolairud Ipda Azhar, S.Sos, H. Husaini selaku tokoh masyarakat, Muzakir (Keucheik Ki) anggota DPRK Aceh Timur, serta Keucheik Desa Blang Geulumpang, Iskandar Yahya.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mencari solusi bagi persoalan yang sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat nelayan. Diharapkan, tindak lanjut dari hasil peninjauan ini dapat segera terealisasi demi keberlanjutan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir Timur Aceh.
Zainal













