Muhammad Suib hadir bukan sekadar sebagai pejabat pelaksana, tetapi sebagai pengawal empati — memastikan bahwa setiap wartawan yang berhak memperoleh rumah bisa segera menikmati manfaatnya tanpa hambatan.
Langkah seperti ini mencerminkan budaya kerja baru di lingkungan Pemprov Sumut: birokrat yang tidak sekadar mengatur, tetapi berdiri di garis depan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terwujud.
Dalam konteks yang lebih luas, tindakan cepat dan kepekaan Muhammad Suib juga menjadi bagian penting dalam branding pemerintahan Bobby Nasution. Yakni, pemerintahan yang tanggap, responsif, dan bekerja berdasarkan rasa empati terhadap kelompok masyarakat yang sering luput dari perhatian.
Sikap dan langkah ini juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby, pembangunan perumahan bersubsidi bukan sekadar proyek nasional yang dijalankan mekanis, melainkan bagian dari cita-cita kemanusiaan: memastikan bahwa setiap warga — termasuk para wartawan — memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan bermartabat.
Dengan semangat itulah, Muhammad Suib kini terus mengawal program ini di lapangan hingga tiba saatnya Gubernur Bobby Nasution mewujudkan obsesinya: menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada wartawan penerima manfaat, sebagai bukti nyata bahwa empati dapat menjelma menjadi kebijakan publik yang hidup dan menggerakkan perubahan *(zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*













