Majelis istiadat ini turut memberikan Kurnia Gelaran Orang Besar kepada Lia Natiling binti Ibrahim Bogak bergelar Encik Seri Mangkubumi Permaisuri Muda Diraja Asahan.
Dalam kerapatan adat yang sama, Sultan Asahan XIII juga menganugerahkan gelar orang besar kepada sejumlah tokoh: Tengku Rinel bin Tengku Yose Rizal sebagai Tengku Perdana Menteri Diraja Asahan, Tengku Edy bin Tengku Dahnian, Tengku Adil bin Tengku Nazran, serta Tengku Arkhansyah bin Tengku Razman.
Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, penuh penghormatan adat, dan menjadi penegasan pentingnya pelestarian tradisi Melayu di tengah perubahan zaman. Majelis istiadat ini juga kembali meneguhkan posisi Kesultanan Asahan sebagai salah satu penjaga khazanah budaya dan sejarah di Sumatera Utara.
*Pelestarian Adat dan Budaya*
Tengku Perdana Menteri Diraja Asahan, Tengku Rinel bin Tengku Yose Rizal, menyampaikan bahwa lengkapnya kembali struktur kekerabatan Kesultanan Asahan membuka ruang digelarnya agenda adat berskala besar di Tanjungbalai dalam waktu dekat. Pada majelis tersebut nantinya juga direncanakan penganugerahan gelar adat kepada Wali Kota Tanjungbalai, sejumlah pejabat daerah, anggota DPR, dan tokoh lain yang dinilai layak menerima kehormatan adat.
Menurut Tengku Rinel, misi utama Kesultanan Asahan saat ini adalah memastikan adat istiadat dan budaya Asahan tetap terjaga dan dikenal luas. “Kami ingin seluruh masyarakat, bukan hanya di Asahan atau Sumut, tetapi di seluruh Indonesia mengetahui bahwa Asahan memiliki kesultanan. Kita terus memberikan kontribusi dan membantu pemerintah dalam pelestarian nilai-nilai adat budaya demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Majelis Istiadat, Datuk Razuar Yahya bergelar Datuk Bijak Bestari, menjelaskan bahwa gelar orang besar adat diberikan kepada keturunan atau anak dari pemegang gelar sebelumnya yang telah wafat. Dengan proses pengukuhan ini, struktur adat Kesultanan Asahan kembali lengkap dan tetap menjalankan perannya. Ia menegaskan bahwa Kesultanan Asahan senantiasa berkoordinasi dan berkontribusi bersama Pemerintah Kabupaten Asahan maupun Pemkot Tanjungbalai dalam menjaga kelestarian adat serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Asahan













