“Film ‘Suamiku Lukaku’ relevan dengan kondisi saat ini di mana KDRT masih menjadi masalah serius di Tegal. Melalui film dan talkshow dengan narasumber kompeten, kita harap meningkatkan kesadaran dan memberikan solusi bagi korban,” ujarnya.
Achmad Sholeh juga mengajak anggota IWO untuk aktif menyuarakan isu KDRT, memberikan informasi akurat, dan mengedukasi masyarakat tentang kesetaraan keluarga.
Sementara itu, Telly Nathalia sebagai moderator sekaligus tokoh acara menyatakan bahwa kegiatan edukasi tentang KDRT dengan menggunakan film “Suamiku Lukaku” sebagai pemantik diskusi sejalan dengan visi misi komunitasnya untuk penguatan dan pemberdayaan perempuan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi implementasi kerja edukasi wartawan yang dilakukan oleh IWO, serta bertepatan dengan 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan sebagai gerakan global. Selain itu, acara ini juga merayakan satu tahun sejak hari kebaya dinyatakan sebagai warisan budaya dunia dari 5 negara termasuk Indonesia.
Telly Nathalia mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung acara, antara lain Pemda Kabupaten Tegal, Kapolres, Dandim, dan organisasi wanita yang turut berpartisipasi.
Zainal













