Aceh, Sinar sergai com. Kuala Simpang – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, melaksanakan kunjungan kerja intensif ke Provinsi Aceh pada 5–6 Desember 2025 untuk meninjau langsung kondisi fasilitas Pemasyarakatan yang terdampak bencana banjir. Dalam peninjauan ini, Dirjenpas didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Aceh, Yan Rusmanto, serta jajaran pimpinan tinggi Pratama.
Rombongan bergerak menyisir enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mengalami dampak banjir, yakni Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Lapas Kelas IIB Idi, Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa, Lapas Kelas IIB Langsa, dan Lapas Kelas IIB Kuala Simpang. Turut serta dalam rombongan yaitu Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Direktur Pengamanan dan Intelijen, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, serta Inspektur Wilayah II Kemenimipas.
Fokus utama peninjauan adalah memastikan keselamatan, kesehatan, serta terpenuhinya kebutuhan dasar warga binaan, sekaligus memeriksa stabilitas keamanan di tengah kondisi darurat. Mashudi secara detail mengecek blok hunian, pos pengamanan, serta dapur umum untuk memastikan ketersediaan bahan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan tetap berjalan optimal. Rombongan juga meninjau infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir untuk segera didata dan ditindaklanjuti proses perbaikannya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dirjenpas menyerahkan bantuan operasional kepada para Kepala Lapas (Kalapas) guna mempercepat proses pemulihan. Mashudi juga memberikan perhatian khusus kepada para petugas Pemasyarakatan yang tetap siaga melayani warga binaan meski sebagian dari mereka turut menjadi korban banjir.
“Keselamatan warga binaan dan petugas adalah prioritas utama. Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang tetap berdedikasi menjaga keamanan dan pelayanan di tengah keterbatasan. Pemasyarakatan harus hadir dengan pendekatan kemanusiaan tanpa mengabaikan aspek keamanan,” tegas Mashudi dalam arahannya.













