ACEH,Sinarsergai.com-Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (2/1/2026).
Kunjungan Gubernur Kalimantan Timur ke Aceh tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian Pemerintah Provinsi serta masyarakat Kalimantan Timur terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah.
Turut hadir dalam penjemputan tersebut Wali Kota Banda Aceh, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, serta Kepala Biro Isra Setda Aceh. Rombongan Gubernur Kaltim juga didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah, sebagai bentuk dukungan terhadap perempuan dan keluarga terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Aceh menyampaikan kondisi terkini wilayah terdampak bencana kepada Gubernur Kaltim. Ia menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi cukup parah, termasuk pada sektor pertanian.
“Di beberapa lokasi, sawah-sawah warga tertutup material banjir hingga berubah menjadi daratan. Bahkan, ketinggian lahan persawahan kini lebih tinggi dibandingkan badan jalan raya,” ujar Fadhlullah.
Atas nama Pemerintah Aceh dan masyarakat, Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta seluruh masyarakat Kaltim atas perhatian dan bantuan yang terus diberikan. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan yang pertama, dan bantuan dari Kalimantan Timur telah beberapa kali disalurkan untuk Aceh.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Hubungan Aceh dan Kalimantan Timur terjalin dengan sangat baik. Kehadiran langsung sahabat kami ke Aceh menjadi penguat moril bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini akan kami teruskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” kata Fadhlullah.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan rasa simpati dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk empati dan solidaritas masyarakat Kalimantan Timur kepada saudara-saudara mereka di Aceh.











