Bupati Batu Bara Ajak Masyarakat Perantauan Meriahkan Pesta Tapai, Warisan Budaya Pesisir Melayu – Sinarsergai
Daerah

Bupati Batu Bara Ajak Masyarakat Perantauan Meriahkan Pesta Tapai, Warisan Budaya Pesisir Melayu

×

Bupati Batu Bara Ajak Masyarakat Perantauan Meriahkan Pesta Tapai, Warisan Budaya Pesisir Melayu

Sebarkan artikel ini

BATU BARA, Sinarsergai.com –  Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga Batu Bara di perantauan serta masyarakat Sumatera Utara secara umum, untuk turut memeriahkan Tradisi Budaya Pesta Tapai, sebuah warisan budaya Melayu pesisir yang telah hidup ratusan tahun dan terus dijaga keberlanjutannya hingga kini.

Ajakan tersebut disampaikan Baharuddin saat diwawancarai di Batu Bara, Rabu (7/1/2026), didampingi Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., serta Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Widaruna, S.E.

Menurut Baharuddin, Pesta Tapai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang kolektif yang merekatkan sejarah, identitas, dan kebersamaan masyarakat Melayu Batu Bara, khususnya menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan.

“Pesta Tapai adalah warisan leluhur yang harus kita rawat bersama. Kami mengajak masyarakat Batu Bara, termasuk yang berada di perantauan, untuk pulang, hadir, dan merasakan kembali denyut kebudayaan pesisir yang menjadi jati diri daerah ini,” ujar Baharuddin.

Rencananya, Pesta Tapai Tahun 2026 akan digelar menjelang masuknya Bulan Suci Ramadhan, 17 Januari – 17 Februari 2026, berpusat di Desa Masjid Lama dan Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi.

Dua kawasan itu secara historis menjadi pusat tumbuh dan berkembangnya tradisi ini sejak era Kedatukan Pangkalan Pesisir Negeri Batu Bara.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian acara akan diisi dengan pembukaan adat Melayu, pertunjukan tari-tarian tradisional, silat khas Melayu, serta aktivitas pasar rakyat yang menampilkan tapai, lemang, dan kuliner khas Batu Bara lainnya.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Disporabudpar juga tengah mematangkan konsep agar Pesta Tapai ke depan dikemas lebih luas sebagai festival budaya, terintegrasi dengan tradisi Mogang dan Mandi Belimau, sehingga tidak hanya menjadi penanda spiritual menyambut Ramadhan, tetapi juga daya tarik wisata budaya yang berkelanjutan.

*(Masa Kerajaan)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *