PURWAKARTA, Sinarsergai.com – Dalam rangka merealisasikan program pembinaan Kampung Kerukunan di Jawa Barat, FKUB Jabar mengadakan kunjungan ke Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Rabu (7/1).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua FKUB Provinsi Jawa Barat, HM. Rafani Akhyar didampingi perwakilan tokoh Agama se-Jabar, FKUB Kabupaten Purwakarta dan para pejabat dari Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta.
Dipilihnya Desa Ciwangi, karena Desa ini sudah beberapa kali mendapat penghargaan sebagai Desa Kerukunanan, terakhir tahun 2025 mendapatkan Harmoni award dari Kementrian Dalam Negeri, sebelumnya pernah dinobatkan sebagai Desa Panca Sila.
Rombongan FKUB Jawa Barat diterima oleh Kepala Desa dengan semua perangkatnya dan juga para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Ciwangi, pertemuan berjalan penuh keakraban dan persaudaraan.
Melalui keterangannya, Rabu (7/1), Kepala Desa Ciwangi, Abdul Hakim memaparkan tentang sejarah Desa Ciwangi hasil pemekaran dari dari Desa Cibening, nama Ciwangi memang sengaja diberikan oleh para kasepuhan kami agar Desa ini menjadi Desa yang harum (wangi) dengan berbagai prestasi. “Alhamdulillah di bidang Kerukunan berbagai penghargaan telah kami dapatkan,” ujarnya.
Dikatakan, Penduduk Desa Ciwangi memang cukup beragam baik dari sisi agama, Suku, bahasa dan budaya, tetapi tetap rukun, guyub, toleran dan saling menghargai serta menghormati satu sama lain.
Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Jawa Barat, HM. Rafani Akhyar dalam sambutannya menjelaskan bahwa, membangun “Kampung Kerukunan” adalah salah satu prioritas program FKUB Jabar, Alhamdulillah hari ini sudah berdiri di 14 Kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Menurutnya, mengapa kami memprioritaskan kampung kerukunan, karena kami ingin Kerukunan ini terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, tidak hanya riuh dalam wacana atau perbincangan semata.
“Kita tidak mungkin bisa kuat bersatu tanpa ada kerukunan, tidak mungkin stabilitas ekonomi, sosial ataupun politik bisa diwujudkan tanpa hadirnya Kerukunan. Karena itu, praktik baik (best practis) seperti yang dicontohkan di Desa Ciwangi ini perlu disebarkan ke tampar tempat lain di Jawa Barat,” tandasnya. (Red).












