ACEH TIMUR, Sinarsergai.com-Organisasi sosial keagamaan Barisan Muda Ummat (BMU) bersama Wanita Peduli Ummat (WPU) dan didukung penuh oleh Gerakan Peduli Ummat (GPU) menunjukkan aksi nyata dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Secara maraton, bantuan logistik disalurkan ke berbagai titik pengungsian dan wilayah terdampak banjir serta tanah longsor di beberapa kabupaten/kota di Aceh.
Adapun paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok mendesak seperti beras, minyak goreng, selimut, kelambu, tenda darurat, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Hingga saat ini, distribusi bantuan telah menyentuh wilayah Aceh Tengah, Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
Di bawah komando Ketua Umum BMU Pusat, Abiya Jeunieb, gerakan ini tidak hanya fokus pada logistik pangan.
Saat ini, BMU Peduli sedang mempersiapkan titik-titik pembangunan sumur bor di lokasi bencana. Hal ini dilakukan karena krisis air bersih menjadi persoalan krusial yang dihadapi warga pasca banjir.
Menjelang bulan suci Ramadan, BMU juga terus menggalang donasi khusus untuk persiapan hari Meugang dan menu berbuka puasa bagi para korban.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita tetap bisa merasakan keberkahan Ramadhan dan hari Meugang meskipun dalam kondisi sulit,” ungkap pengurus BMU.
Satu Bulan Menggalang Solidaritas
Ketua Gerakan Peduli Ummat (GPU), Murtala, S.T., menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Ia menegaskan komitmen relawan untuk terus bergerak hingga kondisi masyarakat pulih sepenuhnya.
“Kami sudah bergerak lebih dari sebulan menggalang dana untuk saudara kita yang tertimpa musibah banjir dan longsor. Sebelum semuanya pulih, kami akan terus bergerak semampu kami.
“Kami mengajak rekan-rekan, guru-guru kami, serta saudara-saudara baik di Aceh maupun di luar negeri untuk bahu-membahu menangani dampak bencana ini, terutama di daerah yang kerusakannya sangat parah,” ujar Murtala.













