MEDAN, Sinarsergai.com – Memasuki 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejauh mana visi Kolaborasi Sumut Berkah benar-benar bekerja dan dirasakan masyarakat.
Arahan itu bukan sekadar penilaian administratif, melainkan refleksi substantif: mana kolaborasi yang nyata, mana yang masih sebatas jargon.
Dari evaluasi itu pula, gubernur meminta agar setiap OPD menyusun perencanaan 2026 dengan satu ukuran utama—manfaat langsung bagi publik.
Dalam konteks itulah, layanan Samsat Medan Utara layak dicatat sebagai salah satu contoh paling konkret keberhasilan Kolaborasi Sumut Berkah sepanjang 2025.
Bukan karena slogan, melainkan karena perubahan nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari.
Sebelumnya, urusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ke-2 (BBNKB 2) identik dengan kerumitan. Warga harus bolak-balik dari Kantor Samsat Jalan Sekip ke Kantor Ditlantas Polda Sumut di Jalan Putri Hijau.
Waktu terbuang, energi terkuras, dan birokrasi terasa menjauh dari logika pelayanan publik.
Pertengahan tahun 2025 menjadi titik baliknya. Melalui kolaborasi di tingkat atas antara Gubernur Sumut dan Kapolda Sumut, yang kemudian dieksekusi secara presisi oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut Ir. Ardan Noor Hasibuan, MM bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, seluruh proses BBNKB 2 dipindahkan dan dipusatkan di Kantor Samsat Medan Utara, Jalan Sekip No. 29 Medan.
Registrasi kendaraan, cek fisik, pengesahan, hingga administrasi kini berada dalam satu atap.
Namun keberhasilan kolaborasi ini tidak berhenti di meja kebijakan. Ia hidup dan bekerja di lapangan. Di sinilah peran Kepala UPTD Samsat Medan Utara, Muhammad Ainul Hafis, S.STP, MIP, menjadi krusial.
Bersama jajarannya—yang terdiri dari unsur Bapenda, Ditlantas Polda Sumut, dan Jasa Raharja—kolaborasi diterjemahkan menjadi sistem pelayanan yang tertib, cepat, dan manusiawi.
*(Rantai Kepemimpinan)*
Gedung Samsat Medan Utara dirancang untuk itu. Area parkir bertingkat di lantai 4 dan 5 difungsikan khusus untuk cek fisik kendaraan. Lift memudahkan alur layanan.













