SAMOSIR,Sinarsergai.com — Kabupaten Samosir,Sumatera Utara, menghadapi musim kemarau panjang tahun 2025, yang berlangsung hampir sembilan bulan. Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama terkait ketersediaan air bersih dan penurunan hasil pertanian.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan air minum karena sumber mata air mengering. Untuk memenuhi kebutuhan harian, masyarakat terpaksa turun ke kawasan Danau Toba, yang memerlukan biaya tambahan. Pada saat yang sama, penghasilan warga menurun akibat gagal panen jagung, padi, dan kopi.
Dalam situasi tersebut, masyarakat berharap adanya intervensi pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran disebut menjadi kendala sehingga bantuan belum dapat direalisasikan secara menyeluruh.
Kondisi keprihatinan disampaikan mantan Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga, dalam acara syukuran dan open house Bupati Samosir pada 12 Januari 2026. Juang meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret menghadapi dampak kemarau.
“Di lapangan, masyarakat mulai resah. Bahkan sudah muncul ketidak percayaan bahwa pemerintah mampu menghadirkan kesejahteraan. Situasi seperti ini bisa berkembang dan sulit diredam jika dibiarkan,” ujar Juang.
Beberapa hari setelah pernyataan tersebut, sorotan publik kembali menguat seiring munculnya informasi pengadaan mobil dinas Bupati Samosir senilai miliaran rupiah, yang cepat menjadi perhatian media dan masyarakat, mengingat kondisi warga yang masih terdampak kemarau.
Berdasarkan konfirmasi wartawan kepada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, pengadaan mobil dinas tersebut memiliki pagu anggaran Rp3.120.000.000 dengan nilai kontrak Rp3.199.950.000, dan telah direalisasikan pada Desember 2025. Pihak Sekretariat menyebut harga pengadaan sesuai kemampuan anggaran dan fasilitas kendaraan, serta merujuk pada e-katalog pemerintah.
Meski prosedural, kebijakan ini memicu reaksi beragam. Sebagian masyarakat menilai pengadaan kendaraan dinas di tengah krisis air dan gagal panen kurang sensitif terhadap kondisi sosial. Isu ini pun menjadi konsumsi publik dan terus diberitakan media.













