Bupati Batu Bara Terbukti adalah Siagian yang Menjunjung Kebinekaan dan Budaya Melayu – Sinarsergai
Daerah

Bupati Batu Bara Terbukti adalah Siagian yang Menjunjung Kebinekaan dan Budaya Melayu

×

Bupati Batu Bara Terbukti adalah Siagian yang Menjunjung Kebinekaan dan Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini

BATU BARA, Sinarsergai.com – Pesta Tapai di Batu Bara bukan sekadar perayaan tradisi menjelang Ramadhan, melainkan penanda bagaimana nilai-nilai kebudayaan dirawat dalam semangat kebangsaan yang matang.

Dalam suasana itulah Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian tampil bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai pemimpin yang mempraktikkan ajaran luhur tentang keterbukaan dan penghormatan terhadap kemajemukan—nilai-nilai universal yang sejak lama hidup dalam pesan-pesan leluhur dan diwariskan lintas generasi.

Sikap itu tercermin dalam komitmennya saat membuka Pesta Tapai, Jumat malam (16/1/26) ketika Baharuddin menempatkan warisan budaya Melayu pesisir sebagai milik bersama yang harus dijaga tanpa sekat.

Cara pandang tersebut sejalan dengan nilai dasar yang mengajarkan bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai kekuatan.

Dalam konteks itulah, kepemimpinan Baharuddin menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang ia jalankan hari ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan berakar pada pandangan hidup yang menempatkan kemanusiaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap budaya sebagai fondasi bermasyarakat dan bernegara.

Kehadiran Baharuddin Siagian yang membumi di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, merupakan bukti denyut itu terasa nyata.

Mengusung tema “Mo Kito Ramaikan”, Pesta Tapai tahun ini berlangsung selama satu bulan penuh, hingga 17 Februari 2026. Tradisi yang telah diwariskan sejak masa kedatukan sekitar tahun 1760-an itu kembali menjadi penanda bagaimana budaya Melayu pesisir dirawat sebagai identitas bersama, lintas generasi dan latar belakang.

Dalam suasana meriah yang dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Ketua TP PKK Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Ketua DPRD M. Safi’i, unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, hingga tokoh masyarakat, Baharuddin Siagian tampil bukan hanya sebagai kepala daerah yang menjalankan agenda seremonial.

Ia hadir sebagai pemimpin yang memaknai budaya sebagai fondasi kebersamaan. Baharuddin menegaskan bahwa Pesta Tapai bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol warisan budaya masyarakat Batu Bara yang harus dijaga dan dilestarikan. Tradisi ini, menurutnya, memiliki nilai strategis—bukan hanya dalam konteks kebudayaan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *