Bupati Batu Bara Terbukti adalah Siagian yang Menjunjung Kebinekaan dan Budaya Melayu – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Bupati Batu Bara Terbukti adalah Siagian yang Menjunjung Kebinekaan dan Budaya Melayu

×

Bupati Batu Bara Terbukti adalah Siagian yang Menjunjung Kebinekaan dan Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini

“Pesta Tapai merupakan identitas budaya masyarakat Batu Bara yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

*(Kebinekaan Hakiki)*

Cara pandang tersebut mencerminkan kepemimpinan yang menempatkan kebinekaan sebagai kekuatan, bukan sekadar jargon. Warisan budaya Melayu pesisir diposisikan sebagai milik bersama, dirawat tanpa sekat, dan didekatkan dengan semangat kebangsaan yang matang—sebuah sikap yang sejalan dengan nilai-nilai luhur yang hidup dalam pesan-pesan leluhur tentang keterbukaan, penghormatan, dan kemanusiaan.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mengangkat Pesta Tapai sebagai agenda budaya unggulan juga tampak dari langkah promosi yang dilakukan.

Baliho Pesta Tapai dipasang di berbagai titik strategis, mulai dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, hingga daerah lain di Sumatera Utara.

Upaya ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Pesta Tapai ke tingkat regional dan nasional, sekaligus mendorong kunjungan wisatawan

Namun bagi Baharuddin, merawat budaya tidak cukup hanya dengan promosi. Kenyamanan dan keadilan bagi pengunjung menjadi perhatian penting. Ia mengajak seluruh pihak untuk menyeragamkan tarif parkir serta harga lemang dan tapai, agar wisatawan merasa aman dan tidak dirugikan.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi praktik-praktik yang merusak citra pariwisata daerah, termasuk tindakan menghadang wisatawan.

Menjaga nama baik Batu Bara, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama.

Menariknya, pesan kebudayaan dalam Pesta Tapai juga dirangkai dengan pesan sosial yang lebih luas. Di hadapan masyarakat, Baharuddin mengajak generasi muda untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba—ancaman serius yang dapat merenggut masa depan bangsa jika dibiarkan.

(*Potensi UMKM)*

Usai membuka acara secara resmi, Baharuddin Siagian tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia berkeliling meninjau satu per satu pelaku UMKM, berdialog dengan pedagang, mendengarkan aspirasi, sekaligus melihat langsung denyut ekonomi rakyat yang bergerak di balik tradisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *