Menjemput Senyum Anak-Anak Pascabanjir di Desa Alue Ie Mirah. – Sinarsergai
AcehDaerah

Menjemput Senyum Anak-Anak Pascabanjir di Desa Alue Ie Mirah.

×

Menjemput Senyum Anak-Anak Pascabanjir di Desa Alue Ie Mirah.

Sebarkan artikel ini

ACEH TIMUR, Sinarsergai.com-Istri Wakil Bupati Aceh Timur, Ny. Erni Handayani T. Zainal Abidin, S.Keb, bersama Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesi Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Aceh Timur menggelar kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak korban banjir dan longsor di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Pante Bidari. Rabu, 28 Januari 2026.

 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian para pendidik khususnya IGTKI dan PGRI Aceh Timur terhadap pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak bencana.

 

Kehadiran Ny. Erni Handayani dalam kegiatan tersebut sekaligus mewakili Bunda PAUD Kabupaten Aceh Timur, . Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap tumbuh kembang anak pascabencana.

 

Dalam sambutannya, Ny. Erni Handayani menyampaikan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi anak-anak.

 

“Pasca banjir yang melanda Aceh dan sebagian wilayah Sumatera, yang merasakan trauma bukan hanya orang dewasa. Anak-anak kita pun mengalami tekanan psikologis karena harus hidup dalam situasi krisis setelah bencana,” Ungkapnya.

 

Menurutnya, kegiatan trauma healing menjadi langkah penting untuk membantu anak-anak bangkit dari rasa takut dan cemas. Melalui pendekatan bermain, interaksi hangat, dan pendampingan psikososial, anak-anak diharapkan kembali merasakan keceriaan serta memperoleh semangat baru.

 

“Trauma healing bukan sekadar menghilangkan rasa takut, tetapi juga menumbuhkan optimisme agar anak-anak lebih siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan hidup pasca musibah banjir dan longsor,” Tambahnya.

 

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk memulihkan kondisi psikologis mereka. Tawa dan senyum yang kembali merekah menjadi tanda awal pulihnya semangat anak-anak setelah melewati masa sulit akibat bencana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *