Menurutnya, persoalan ini tidak sekadar menyangkut administrasi anggaran, tetapi juga berkaitan erat dengan empati, etika, dan keberpihakan kepada rakyat.
” Ketika rakyat diminta bersabar dan bangkit dari bencana, pemerintah justru memperlihatkan orientasi kebijakan yang jauh dari rasa keadilan. Jika tidak mampu berpihak kepada masyarakat yang menderita, maka seharusnya tidak memaksakan diri berada di jabatan publik,” tegasnya.
Meski demikian, Alfa Salam tetap mengajak masyarakat Aceh Singkil untuk tidak bersikap apatis. Ia mendorong masyarakat agar berani mengawasi serta mengoreksi setiap kebijakan pemerintah yang dinilai mencederai nurani publik.
” Diam berarti membiarkan ketidakadilan terus berlangsung. Aceh Singkil membutuhkan pemimpin yang hadir bersama rakyat di masa sulit, bukan pemimpin yang menikmati kenyamanan di atas penderitaan warganya,” pungkas Alfa Salam.
Zainal













