Di bidang pendidikan, Program Bersekolah Gratis kini telah memasuki tahap implementasi, dimulai di Kepulauan Nias dan lima kabupaten/kota terdampak bencana, mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB. Di sektor kesehatan, UHC prioritas diwujudkan melalui layanan berobat gratis cukup dengan KTP—program yang telah berjalan sejak 2025 dan kini memasuki fase pemantapan.
Di titik ini, pembagian peran menjadi terang. Bobby Nasution tampil sebagai pemimpin dengan gagasan besar dan keberanian politik untuk menjadikannya prioritas.
Sementara Dikky Anugerah Panjaitan, bersama Bappelitbang, memastikan gagasan itu tidak menguap, melainkan mengendap menjadi dokumen perencanaan, sistem kerja, dan tahapan implementasi yang disiplin.
Relasi semacam ini tidak selalu hadir dalam praktik pemerintahan. Sering kali visi politik berjalan tanpa fondasi teknokratis yang kokoh, atau sebaliknya, perencanaan rapi kehilangan arah karena absennya kepemimpinan visioner.
Paparan Dikky justru menunjukkan keselarasan yang jarang: visi Bobby yang besar, dijaga konsistensinya melalui perencanaan yang ketat.
Ujian sesungguhnya tentu berada di lapangan. Publik akan menilai dari hasil, bukan dari presentasi. Namun satu hal kini menjadi jelas: pembangunan Sumatera Utara tidak berjalan dengan coba-coba. Ia bergerak dengan arah, tahapan, dan ukuran yang terang.
Dan dalam keterbukaan itulah, gagasan besar Bobby Nasution menemukan bentuknya—konkret, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan *(zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*













