Delapan Buku,Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra – Laman 2 – Sinarsergai
DaerahNasional

Delapan Buku,Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra

×

Delapan Buku,Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra

Sebarkan artikel ini

 

Delapan buku yang diluncurkan menghadirkan beragam pintu masuk untuk memahami sosok Prof. Yusril Ihza Mahendra–bukan hanya sebagai pejabat negara, melainkan sebagai manusia, pemikir, dan warga bangsa.

 

The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, dan Testimoni Kolega (Editor M. Saleh Mude dkk., 926 halaman) menghadirkan kisah-kisah yang selama ini berada di balik layar sejarah resmi. Melalui testimoni kolega dari berbagai latar belakang, buku ini memperlihatkan bagaimana keputusan-keputusan besar sering lahir dari proses sunyi perdebatan intelektual, dan keteguhan menjaga prinsip.

 

 

The Autobiography of Prof. Dr. Yusril lhza Mahendra, Testimoni Kolega, dan Hadiah Puisi (Editor M. Saleh Mude, 492 halaman) membawa pembaca memasuki ruang refleksi personal. Autobiografi ini tidak berhenti pada kronologi jabatan, melainkan mengisahkan pergulatan batin, pilihan-pilihan sulit, serta makna pengabdian yang dipahami sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar kekuasaan.

 

Dalam ranah akademik, Islam, Democracy, and Human Rights in Contemporary Indonesia (Editor Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra & Prof. Dr. Hafid Abbas, 192 halaman) merekam dialog panjang antara Islam, demokrasi, dan hak asasi manusia. Buku ini menunjukkan upaya konsisten Prof. Yusril menempatkan nilai-nilai keislaman dalam kerangka konstitusional yang menghormati pluralitas dan martabat manusia.

 

 

Pendekatan serupa dilanjutkan dalam Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra: Islam, Negara, dan Demokrasi (Dr. Herdito Sandi Pratama, 322 halaman). Buku ini menelusur konsistensi pemikiran politik Prof. Yusril dari masa ke masa, terutama dalam memperjuangkan aspirasi politik I|slam melalui jalur hukum dan demokrasi, tanpa mengorbankan prinsip negara kebangsaan.

 

Dimensi etik pemikiran hukum Yusril mendapat sorotan khusus dalam Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keadilan vang Memulihkan (Ahmadie Thaha, 460 halaman). Buku ini menempatkan hukum bukan semata sebagai instrumen penghukuman, melainkar sebagai sarana memulihkan relasi sosial, martabat manusia. dan rasa keadilan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *