Kejagung Diminta Selidiki Dugaan Kejanggalan Pengadaan Suku Cadang di Inalum – Laman 4 – Sinarsergai
Nasional

Kejagung Diminta Selidiki Dugaan Kejanggalan Pengadaan Suku Cadang di Inalum

×

Kejagung Diminta Selidiki Dugaan Kejanggalan Pengadaan Suku Cadang di Inalum

Sebarkan artikel ini

Halomoan membantah alasan tersebut. Ia menyebut SSE dan Inalum telah menyepakati penjadwalan ulang penyerahan barang dalam rapat koordinasi yang digelar pada 05 Februari 2024 dan 20 Maret 2024 atas undangan resmi dari manajemen Inalum dilaksanakan diruang meeting SLP kantor Logistik Inalum dengan diterbitkan Notulen Rapat dan daftar hadir ditandatangani bersama terlampir.

Rapat tersebut dihadiri perwakilan direksi Inalum, Poltak Pesta O. Marpaung, beserta tim. Kesepakatan rapat dituangkan dalam notulen rapat dan daftar hadir yang ditandatangani kedua belah pihak. Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa pembatalan PO hanya akan dilakukan jika SSE tidak mampu memenuhi jadwal baru.

“Seluruh barang kami serahkan lebih awal dari jadwal yang disepakati. Namun DO tetap tidak diterbitkan dengan alasan PO telah lewat waktu,” ujar Halomoan.

Ia menilai sikap tersebut menunjukkan tidak profesional GM Logistik Bambang Heru Prayoga dan Jevi Amri sebagai GM Pengadaan barang tidak diakuinya kesepakatan resmi yang dibuat dalam forum koordinasi melalui rapat diruang rapat Gedung Inalum yang melibatkan perwakilan direksi dan tim logistik dengan menerbitkan Notulen Rapat dan daftar hadir Inalum.

Halomoan menjelaskan setiap barang yang masuk ke area Inalum wajib dilengkapi kartu inspeksi yang dicetak oleh Inalum sesuai dengan Merek barang yang dikirimkan maka sesuai Merek yang tertera di barangnya yang diterima akan mencetak kan Kartu dicetakkan Inalum memuat sembilan informasi utama, antara lain nama barang, merek, nomor kontrak, nama vendor, jumlah barang, nomor material, serta status penerimaan barang.

“Status ‘ok’ berarti barang diterima, sedangkan ‘reject’ berarti ditolak,” namun herannya dibarang sama sekali tidak tertera Merek Meidensha seharusnya kartu Inspeksi yang dicetak Inalum mesti sesuai apa yang tertera di barang yang diterima.

“Logika pengetahuan umum apa yang diterima barang nya yang seharusnya untuk pedoman mencetak kartu Inspeksi seperti keadaan barang yang diterima ini sangat beda dimana barang yang diterima tidak tertera Merk Meidensha namun kartu Inspeksi tertera Merek Meidensha koq bisa Inalum bisa melakukan seperti kesengajaan atau penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat yang sudah dipercayai rakyat yang seharusnya ada jabatan amanah kata Halomoan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *