Ayu Azhari: Kekerasan Tidak Boleh Ditoleransi – Sinarsergai
DaerahNasional

Ayu Azhari: Kekerasan Tidak Boleh Ditoleransi

×

Ayu Azhari: Kekerasan Tidak Boleh Ditoleransi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Sinarsergai.com-Women’s Crisis Center (WCC) Puantara berkolaborasi dengan Harakah Majelis Taklim (HMT), SinemArt, the Big Pictures dan Tarantella Pictures dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 menyelenggarakan preview film Suamiku, Lukaku dan diskusi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Jakarta pada Minggu, 8 Februari 2026.

 

Preview film Suamiku, Lukaku menjadi pengantar diskusi bertema “Majelis Taklim Sebagai Pilar Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Strategi Edukasi Melalui Film Suamiku, Lukaku”.

 

Diskusi yang dipandu moderator Ketua Pengurus WCC Puantara Natania Theora menghadirkan pembicara Ustadz Dr. Nur Rofiah, Bil., UZM, Advokat WCC Puantara Siti Husna Lebby Amin, S.H., M.H., Sutradara Film Suamiku, Lukaku Viva Westi, Intimacy Coordinator film Suamiku, Lukaku Putri Ayudya, Aktor film Suamiku, Lukaku Ayu Azhari, dan Psikolog dari Universitas Indonesia Nathanael Elnadus Johanes Sumampouw, M.Psi., M.Sc..

 

Mengawali acara, Ketua Pembina Pengurus Pusat Harakah Majelis Taklim Dr. Hj. Ida Fauziah, M.Si menyampaikan apreasisi kepada SinemArt yang berhasil menyampaikan realita kasus-kasus KDRT melalui film Suamiku, Lukaku.

 

“Saya apresiasi karena SinemArt mampu menayangkan kondisi faktual yang ada di masyarakat dalam sebuah seni perfilman dan saya kira dengan mengangkat dalam sebuah film, masyarakat kita akan tersadarkan,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah.

 

Sementara Ketua Pembina WCC Puantara Siti Mazumah, S.H., M.H. dalam sambutannya memberikan gambaran tentang pesan yang disampaikan film Suamiku, Lukaku yang disutradarai Sharad Sharan dan Viva Westi.

 

“Film Suamiku, Lukaku memang relasi kuasa antara suami-istri. Nanti akan kelihatan banget walau pun tidak ditampilkan secara utuh,” katanya.

 

Sutradara Viva Westi menceritakan alasan mengapa film Suamiku, Lukaku dibuat dan proses pemilihan pemeran dan pembuatannya.

 

“Film Suamiku, Lukaku berangkat pikiran atau perasaan tidak enak mendengar cerita-cerita KDRT, lalu kita wujudkan menjadi film. Semoga dengan film ini yang mana mudah-mudahan ditonton oleh banyak orang, lalu kemudian bisa membuat sedikit perubahan bagi perempuan-perempuan yang mengalami KDRT,” kata sutradara peraih piala Citra ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *