“Untuk memastikan keakuratan kami melakukan verifikasi menyeluruh terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Langkah ini penting agar data yang diajukan benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
Berdasarkan hasil verifikasi dan persetujuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah penerima bantuan perbaikan rumah di Aceh Timur tercatat 5.317 Kartu Keluarga. Data awal sebelumnya mencapai sekitar 8.417 calon penerima, namun disesuaikan setelah proses validasi.
Nilai bantuan stimulan ditetapkan sebesar Rp15.000.000 untuk kerusakan ringan dan Rp30.000.000 untuk kerusakan sedang per unit rumah.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan, sekaligus membantu masyarakat memperbaiki hunian mereka secara mandiri, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga terdampak dapat kembali berjalan normal.
Zainal













