Aceh ,Pegiat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakrawala Keadilan Rakyat, Ronny H, mengatakan para korban tragedi Idi Cut – Arakundoe
mesti mendapatkan keadilan dan kejelasan, agar kasus memilukan dalam sejarah kelam Aceh itu bisa diselesaikan secara berkeadilan dan tidak mengambang.
” Mereka para korban yang tewas maupun keluarganya yang ditinggalkan mesti dapat keadilan dan kepastian hukum, kasus ini jangan dibiarkan mengambang tanpa kejelasan dan tanpa secuil pun keadilan, mereka orang – orang yang tidak berdosa, sementara para pelaku dibiarkan begitu saja, padahal ini jelas pelanggaran HAM berat, yang tidak cukup hanya untuk dikenang dan diperingati setiap tahunnya, setidaknya negara harus minta maaf atas peristiwa ini,” kata Ronny, usai menghadiri peringatan tragedi Idi Cut – Arakundo, Sabtu, 14 Febuari 2026.
Menurut Ronny yang mengaku sempat menghadiri kegiatan mimbar bebas pada malam berdarah di tahun 1999 itu, mereka yang menjadi korban pembantaian kala itu merupakan masyarakat biasa yang datang untuk menyaksikan perhelatan dan dibantai ketika hendak berbondong – bondong pulang pada waktu dini hari. Padahal kegiatan itu menurut Ronny, sebelumnya berlangsung tertib, hingga selesai dan massa membubarkan diri.
” Saya ada di sana malam itu, kala itu saya masih kelas 3 SMA, kegiatannya seperti mimbar bebas dan orasi politik dari sejumlah orator, tapi setahu saya, ribuan orang yang datang itu cuma masyarakat biasa yang kayaknya penasaran dengan kegiatan itu, termasuk saya yang datang sampai habis acara, cuma ingin tahu acara apa itu sebenarnya, soalnya kami ketinggalan acara serupa yang menurut informasi sudah pernah diadakan sebelumnya di lokasi berbeda, jadi bayangkan contohnya saya aja anak kelas 3 SMA saat itu, ” ungkap Putera Idi Rayeuk itu.
Ronny dapat memaklumi jika kala itu aparat keamanan menindak para orator atau penceramah bahkan panitia acara, namun menurutnya para korban yang tewas pada malam kejadian itu merupakan penonton yang sama sekali tidak pantas mendapatkan perlakuan kejam, tidak manusiawi dan sangat menyakitkan seperti itu.













