Ronny juga menduga perhatian pemerintah terhadap kelurga korban tragedi Idi Cut – Arakundoe tersebut sangat minim, hal itu dapat terlihat dari kondisi keluarga korban saat menerima santunan alakadarnya dalam acara peringatan yang digelar pada sabtu 14 febuari 2026.
” Kalau saya lihat kemarin kayaknya mereka yang disebut ahli waris atau keluarga korban itu cuma dapat santunan alakadarnya, bukan dalam bentuk yang layak mereka terima atas apa yang mereka dan keluarga mereka alami dalam peristiwa itu di masa lampau, saya berharap pemerintah tidak mengorbankan keluarga korban itu sekali lagi dengan perhatian yang minim, seolah tidak menghargai arti sebuah nyawa,” tegas pengkritik cadas itu.
Ronny mengaku menyampaikan pendapat dan secuil kesaksiannya itu sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi atas upaya penyelesaian masalah demi tegaknya keadilan dan partisipasi merawat perdamaian Aceh, bukan dalam rangka mengungkit luka lama di masa lalu tanpa arti apapun.
” Saya niatnya baik, agar kedepan ini tidak terus menjadi bara api dalam hati sanubari rakyat Aceh, ada penghargaan atas harkat dan martabat manusia, dan perdamaian yang sebenarnya dapat benar – benar terjaga,” tegas pengkritik yang dikenal concern pada isu sosial, demokrasi dan hak asasi manusia itu.
Dia juga berharap para pelaku bisa menginsafi perbuatannya, dan mungkin bisa meminta maaf secara langsung kepada para kelurga korban, bukan malah merasa diri sudah benar.
” Mungkin para pelaku pembantaian tragedi Idi Cut – Arakundo, ada yang masih hidup, karirnya cemerlang, atau sudah pensiun dan tua, saya rasa tidak ada salahnya meminta maaf kepada keluarga korban, ingat para korban itu jelas orang yang tidak berdosa, apalagi pembantaian itu mungkin mereka lakukan atas perintah atasan, tapi sadar dan ingatlah, bagaimana jika saat itu keluarga kalian lah yang dibantai orang seperti itu, bagaimana perasaan anda hingga detik ini? jadi tidak ada salahnya minta maaf dan memberi perhatian, setidaknya bisa selesai urusan dunia, dan tinggal menyelesaikannya di akhirat nanti,” pungkas Alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.













