Yuslin menegaskan, kegiatan berbuka puasa bersama ini sepenuhnya merupakan sumbangan para donatur dan tidak menggunakan dana infak maupun tabung masjid. “Semua ini murni partisipasi donatur yang ingin berbagi keberkahan Ramadan,” katanya.
Tradisi berbuka bersama yang digelar rutin setiap tahun itu tidak hanya menghadirkan hidangan, tetapi juga ruang silaturahmi lintas kalangan.
Para jamaah saling menyapa dan berbagi cerita serta mempererat ukhuwah sebelum melanjutkan salat Magrib dan Tarawih berjamaah.
Lonjakan jumlah jamaah pada hari kedua menjadi penanda bahwa Masjid Agung Medan semakin hidup sebagai pusat ibadah dan kebersamaan.
Di tengah hiruk-pikuk kota, Ramadan menghadirkan ruang hening yang mempersatukan—di mana rasa syukur, kepedulian, dan silaturahmi tumbuh dalam suasana yang religius dan penuh makna













