Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung di tiga kecamatan, yakni Pangururan (3 Maret), Simanindo (10 Maret 2026), dan Nainggolan (13 Maret 2026). Pemerintah mengimbau warga berbelanja sesuai kebutuhan agar distribusi merata.
“Silakan berbelanja secukupnya, utamakan kebutuhan pokok keluarga,” kata Tumiur.
Salah seorang warga, Op. Meta Boru Naibaho, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia membeli beras, cabai, minyak goreng, dan telur untuk kebutuhan rumah tangga.
“Saya merasa terbantu dengan adanya pangan murah ini. Semoga semakin sering dilaksanakan,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan tekanan inflasi musiman yang kerap meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. (hot/rit)













