Segmentasi layanan BTN terdiri dari Prospera dengan saldo mulai Rp300 juta, Prioritas minimal Rp500 juta, dan Private Banking dengan dana kelolaan di atas Rp15 miliar.
Saat ini, Asset Under Management (AUM) BTN telah mencapai sekitar Rp20 triliun atau tumbuh lebih dari 20% YoY. Sementara fee based income (FBI) dari bisnis wealth management melonjak 60% YoY per Desember 2025.
Jumlah nasabah wealth management tercatat sekitar 35 ribu secara nasional. “Target pertumbuhan sekitar 15% tahun ini. Akuisisi nasabah kami jaga secara leveling, dari Prospera naik ke Prioritas, lalu ke Private Banking,” ujar Rully.
BTN juga mempercepat strategi beyond mortgage melalui penguatan kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), hingga buy now pay later (BNPL) yang terintegrasi dalam aplikasi Bale by BTN.
“Semua kebutuhan konsumer maupun investasi akan kami penuhi tahun ini,” katanya.
Dorong UMKM Naik Kelas
Di Surabaya, manajemen menegaskan komitmen memperluas peran BTN tidak hanya bagi high net worth individual, tetapi juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit modal kerja.
Seiring peningkatan kapasitas usaha, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah Prospera, Prioritas hingga Private Banking.
“BTN ingin menjadi mitra finansial jangka panjang yang mendampingi nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan,” ujar Rully.
Di Pontianak, ia menambahkan transformasi BTN difokuskan pada penguatan fundamental dan likuiditas. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat dari Rp397 miliar pada 2024 menjadi Rp444 miliar di akhir 2025. Komposisi CASA naik dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar.
Sementara Fund Under Management (FUM) tumbuh dari Rp587 miliar menjadi Rp693 miliar atau naik sekitar 18% YoY.
“Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN,” ucapnya.
Dalam forum tersebut, Head of Research PT Trimegah Asset Management Filbert Anson memaparkan prospek ekonomi 2026, mulai dari dinamika geopolitik, arah suku bunga, hingga strategi alokasi aset.













