Menurut Oloan, dalam praktik politik pemerintahan, koordinasi antar level kekuasaan menjadi faktor penting agar kebijakan yang diperjuangkan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Jika kepala daerah melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat, maka representasi daerah di tingkat nasional seharusnya dapat mengawal dari dalam proses kebijakan. Sementara di tingkat provinsi, akses penganggaran melalui APBD juga dapat diselaraskan dengan kebutuhan daerah.
“Ini bukan soal siapa yang paling menonjol. Ini soal bagaimana kekuatan yang ada bisa disatukan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat pada akhirnya tidak menilai dari intensitas aktivitas politik, tetapi dari hasil nyata yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari kondisi infrastruktur, peluang ekonomi masyarakat, hingga dampak sektor pariwisata terhadap pendapatan warga lokal.
“Rakyat tidak hidup dari narasi politik. Mereka hidup dari hasil. Jika jalan lebih baik, jika wisata benar-benar menggerakkan ekonomi lokal, jika UMKM berkembang, maka masyarakat akan merasakan langsung,” kata Oloan.
Sebaliknya, apabila aktivitas politik lebih banyak terlihat dalam bentuk seremoni tanpa perubahan nyata, menurutnya publik akan membentuk penilaian sendiri.
Karena itu ia menilai sudah saatnya para pemegang mandat politik asal Samosir menunjukkan kedewasaan politik dengan membangun sinergi yang lebih kuat.
“Samosir tidak membutuhkan tiga pusat kekuatan yang berjalan sendiri-sendiri. Yang dibutuhkan adalah satu arah gerak yang terintegrasi untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Menurut Oloan, apabila tiga jalur kekuasaan tersebut mampu bersatu dalam agenda pembangunan yang jelas dan terukur, maka dampaknya dapat menjadi fondasi transformasi bagi daerah.
Namun jika tidak, ia mengingatkan momentum politik yang sebenarnya berpotensi besar itu bisa saja berlalu tanpa hasil yang signifikan.
“Pada akhirnya sejarah tidak mencatat siapa yang paling sering tampil. Sejarah mencatat siapa yang benar-benar membawa perubahan bagi rakyatnya,” katanya. (rot/rit)











