ACEH TIMUR, Sinar sergai.com-Menjelang Hari Raya Idulfitri, bantuan stimulan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Timur hingga kini belum juga cair. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat yang telah menunggu lebih dari tiga bulan sejak bencana banjir melanda wilayah tersebut.
Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Aceh Timur, Rahmad Suhendro, menilai pemerintah daerah harus segera memberikan kepastian terkait pencairan bantuan yang dijanjikan kepada masyarakat korban banjir.
Menurut Rahmad, pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa korban banjir akan menerima bantuan stimulan berupa Rp8 pemulihan ekonomi, Rp5 juta dan Rp3 juta untuk perabot rumah tangga. Namun hingga kini bantuan tersebut belum juga diterima masyarakat.
“Sudah hampir lebih dari tiga bulan masyarakat menunggu. Sekarang sudah menjelang Lebaran, tetapi bantuan yang dijanjikan belum juga cair. Masyarakat korban banjir di Aceh Timur sangat berharap dana tersebut bisa dicairkan sebelum Lebaran,” kata Rahmad Suhendro, Jumat (6/3/2026).
Ia menyebutkan, diperkirakan sekitar 25.000 warga Aceh Timur terdampak banjir dan sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk memulihkan kehidupan mereka.
Menurutnya, banyak korban banjir kini mengalami kesulitan ekonomi karena mata pencaharian hilang, rumah rusak, bahkan sebagian masih tinggal di tenda akibat belum mampu memperbaiki rumah mereka.
Rahmad juga menyoroti persoalan data penerima bantuan yang dinilai tidak transparan. Ia mengatakan, banyak warga mengeluhkan nama mereka hilang dari daftar atau berubah-ubah status kerusakan rumah, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.
“Data yang keluar berubah-ubah dan tidak transparan. bahkan ada Tidak pernah ditempelkan di desa sehingga masyarakat tidak tahu siapa yang menerima bantuan dan siapa yang tidak. Ini yang membuat masyarakat semakin bingung,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur untuk segera membuka data resmi BNBA (By Name By Address) secara terbuka di setiap desa terdampak banjir agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.













