BANDA ACEH, Sinarsergai.com-Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kepala Kantor Wilayah Direktorat jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh melakukan langkah proaktif untuk memastikan pelayanan terhadap warga binaan tetap prima. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), Yan Rusmanto, melakukan peninjauan strategis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh guna mengecek kesiapan layanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Senin (16/03/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pelayanan publik berjalan optimal, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, serta pembinaan bagi warga binaan di tengah meningkatnya aktivitas selama momentum hari besar keagamaan.
Dalam kunjungan tersebut, Yan Rusmanto memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan drastis pada area dapur. Kini, dapur Lapas Banda Aceh telah mengadopsi standar industri modern dengan meja persiapan yang higienis, sistem drainase yang baik, serta pemasangan exhaust system untuk sirkulasi udara yang lebih segar. Perubahan ini memastikan setiap makanan yang disajikan bagi warga binaan terjaga kualitas dan kebersihannya, terutama menghadapi lonjakan kebutuhan saat lebaran nanti.
“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir dalam memberikan pelayanan yang manusiawi. Transformasi dapur ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan komitmen kita untuk menjamin hak kesehatan warga binaan melalui makanan yang layak, higienis, dan sesuai standar gizi,” ujar Kakanwil di sela-sela peninjauannya.
Lebih lanjut, Yan Rusmanto memberikan instruksi strategis agar Lapas Banda Aceh menjadi pusat produksi (supplier) tempe untuk Lapas dan Rutan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Langkah ini diambil karena kualitas produksi tempe di Lapas tersebut dinilai unggul dan mampu menyeragamkan standar protein nabati bagi warga binaan di wilayah sekitar.
“Produksi tempe di sini sudah sangat layak secara kualitas dan gizi. Saya instruksikan agar Lapas Banda Aceh segera mengambil peran sebagai pusat penyuplai untuk UPT se-Aceh Besar dan Banda Aceh. Kita ingin ada standardisasi asupan protein yang sama baiknya di seluruh wilayah ini,” tambah Yan Rusmanto.













