MEDAN, Sinarsergai.com – Hari ini, 18 Maret 2026, ucapan itu layak disampaikan dengan penuh makna: Selamat ulang tahun ke-68 kepada Abanganda H Yuslin Siregar.
Bukan sekadar bertambah usia, tetapi bertambah pula jejak kebaikan yang nyata dirasakan banyak orang.
Di momentum ini, usia 68 tahun seakan menemukan maknanya dalam satu kerja besar: menghidupkan Ramadan sebagai ruang berbagi, ruang ibadah, dan ruang keberkahan bagi umat.
Apa yang dilakukan Bang Yuslin bukan perayaan dalam arti biasa. Ia merayakannya dengan memberi—dan lebih dari itu, menggerakkan orang lain untuk ikut memberi.
*(Dampaknya terasa)*
Melalui peran gandanya sebagai donatur sekaligus penggerak donatur, Bang Yuslin selaku Sekretaris Kenaziran Masjid Agung Medan, turut menghimpun dana sekitar Rp 450 juta untuk mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan.
Dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk berbuka puasa bersama selama satu bulan penuh serta iktikaf pada empat malam ganjil, tanpa menyentuh dana infak masjid.
Hasilnya bukan angka semata.
Puluhan ribu jamaah menikmati hidangan berbuka setiap hari.
Dan pada malam-malam ganjil, tercatat totak 10.088 jamaah iktikaf—sebuah angka yang menggambarkan hidupnya masjid oleh denyut ibadah umat.
Namun yang paling terasa bukan hanya jumlahnya, melainkan makna yang dirasakan langsung oleh jamaah.
“Alhamdulillah, kami merasakan langsung manfaatnya. Datang berbuka, lanjut ibadah sampai sahur. Ini luar biasa,” ujar seorang jamaah dengan mata berbinar.
Yang lain menambahkan, “Kalau bukan karena orang-orang baik seperti Pak Yuslin dan para donatur, mungkin suasana seperti ini tidak akan sebesar ini.”
Di sinilah letak kekuatan keteladanan itu.
Satu tindakan sederhana—memberi—menjadi pemantik gerakan kolektif.
Di usia ke-68 tahun, Yuslin Siregar seperti sedang menegaskan bahwa hidup tidak diukur dari lamanya waktu, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan.
Ucapan ulang tahun hari ini pun terasa berbeda. Bukan hanya doa panjang umur, tetapi juga harapan agar setiap amal yang telah ditanam menjadi pahala yang terus mengalir—bagi dirinya, dan bagi umat yang telah merasakan langsung manfaatnya (*zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*













