Di sisi lain, Romo Magnis turut memberikan catatan kritis terhadap kebijakan sosial seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengingatkan, agar program tersebut tidak dipolitisasi sebagai alat legitimasi kekuasaan, melainkan dikelola secara transparan dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
Ia juga menyoroti keterlibatan TNI dalam program tersebut, sebagai potensi penyimpangan dari profesionalisme militer, yang seharusnya tetap fokus pada fungsi pertahanan negara.
Secara keseluruhan, Romo Magnis menekankan bahwa, kekuatan moral sebuah bangsa di dunia internasional hanya dapat terwujud apabila pemerintah memiliki keberanian etis untuk menegakkan keadilan, menjaga kemandirian politik, serta memastikan seluruh institusi negara bekerja sesuai prinsip demokrasi. (rel)













