“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sangat penting agar potensi besar TSTH2 dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ephorus HKBP Victor Tinambunan menyampaikan dukungan terhadap pengembangan TSTH2 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani kemenyan di kawasan Tapanuli. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.
Di sisi lain, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menilai penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam sektor pertanian merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam sektor pertanian sangat tepat. Selain meningkatkan produktivitas, teknologi ini juga membantu petani mengambil keputusan yang lebih akurat dan efisien,” kata Vandiko.
Ia menambahkan, kawasan Danau Toba, termasuk Kabupaten Samosir, memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi.
“Kami siap mendukung dan berkolaborasi dalam penerapan pertanian berbasis AI di kawasan Danau Toba. Harapannya, program ini mampu meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain Bupati Samosir, rapat tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir Tumiur Gultom, serta Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang. Hadir pula unsur TNI/Polri dan tokoh agama, termasuk Pastor Sabat Nababan yang mewakili Uskup Agung Medan.
Melalui forum ini, pemerintah berharap pengembangan pertanian berbasis riset dan teknologi dapat mempercepat transformasi sektor pertanian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan. ( rit/hot)













