Pemkab Samosir Dampingi Anak Korban KDRT, Wabup: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Pemkab Samosir Dampingi Anak Korban KDRT, Wabup: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

×

Pemkab Samosir Dampingi Anak Korban KDRT, Wabup: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, kepedulian tenaga pendidik dapat menjadi garis pertahanan pertama dalam mendeteksi kasus kekerasan terhadap anak.

Selain memberikan dukungan moril, Ariston juga menyerahkan tali asih kepada kedua korban serta menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka hingga menyelesaikan sekolah dasar.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, khususnya ayah, dalam memberikan perhatian tidak hanya secara materi, tetapi juga dukungan emosional bagi anak.

“Anak-anak ini tentu mengalami trauma. Karena itu perhatian psikologis sangat penting agar kejadian ini tidak meninggalkan dampak jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Samosir Priska Situmorang menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan intensif kepada korban.

Pendampingan tersebut meliputi bantuan psikologis, penanganan medis, serta proses hukum terhadap kasus yang terjadi.

Menurut Priska, kedua anak telah menjalani pemeriksaan medis termasuk proses visum untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami akan terus mendampingi sampai kasus ini tuntas. Jika kondisi luka belum membaik dalam beberapa hari ke depan, anak akan kembali dirujuk untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan dan kondisi psikologis anak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dan pendidikan secara normal.

Ketua PKK Kabupaten Samosir Kennauli Ariston Tua Sidauruk dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan perlindungan dan kasih sayang kepada anak.

Menurutnya, anak merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dan diayomi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru yang telah melaporkan kejadian tersebut serta mendorong agar semakin banyak tenaga pendidik yang berani bertindak demi keselamatan anak didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *