Ket foto : Pengamat pendidikan dan hukum, Dr. (Cand) Muhammad Ilham, S.Pt., S.H., M.H.,
Deli Serdang, Sinarsergai.com — Praktik manipulasi disiplin guru melalui sistem absensi online DELI SERDANG SEHAT di Kabupaten Deli Serdang kian mengkhawatirkan.
Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2026, ditemukan pola berulang di sejumlah sekolah menengah pertama, di mana oknum guru hanya hadir untuk memenuhi absensi, namun tidak menjalankan tugas mengajar.
Investigasi di lapangan mengungkap modus yang dilakukan secara sistematis. Oknum guru datang ke sekolah sekitar pukul 06.00 WIB untuk melakukan absensi online, kemudian meninggalkan lingkungan sekolah tanpa aktivitas pembelajaran.
Mereka baru kembali sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan absensi pulang, seolah-olah telah menjalankan tugas penuh selama jam kerja.
Fenomena ini ditemukan di berbagai wilayah, antara lain Kecamatan Beringin, dan beberapa kecamatan lainnya di Deli Serdang. Polanya seragam dan diduga telah berlangsung secara berulang dalam kurun waktu tertentu.
Kondisi ini terjadi di tengah kebijakan digitalisasi absensi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di bawah kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan.
Sistem tersebut sejatinya merupakan bagian dari upaya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih tertib dan transparan, sejalan dengan salah satu misi daerah yakni “Deli Serdang Sehat Pelayanan Publiknya.”
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan paradoks. Ketika pelayanan publik di sektor pendidikan diharapkan semakin berkualitas, justru muncul praktik yang mencederai esensi pelayanan itu sendiri yakni hadirnya guru hanya secara administratif, tanpa memberikan layanan pendidikan yang nyata kepada siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Suparno, selama ini dikenal memiliki komitmen dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Namun, fenomena ini menjadi ujian serius terhadap sejauh mana komitmen tersebut diterjemahkan dalam pengawasan dan penegakan disiplin di lapangan.
Temuan ini diperkuat dengan keterangan peserta didik. Seorang siswi kelas VIII berinisial (A) dan siswi kelas VIII berinisial (C) di SMP Negeri di Kecamatan Beringin mengungkapkan bahwa guru olahraga mereka jarang masuk kelas.













