GMNI Kecewa Bobby Nasution Tak Hadiri Diskusi Publik – Sinarsergai
Daerah

GMNI Kecewa Bobby Nasution Tak Hadiri Diskusi Publik

×

GMNI Kecewa Bobby Nasution Tak Hadiri Diskusi Publik

Sebarkan artikel ini

MEDAN,Sinarsergai.com – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan mengadakan diskusi yang membahas berbagai isu pelayanan publik dan isu-isu lain terkait persoalan hukum yang jadi sorotan masyarakat.

Diskusi publik yang diadakan di Kopi Kereta Api Jalan Sena, Medan, Jumat (20/9/2024), Walikota Medan Bobby Afif Nasution sebagai salah satu pembicara tidak hadir.

Ketidak hadiran Bobby menimbulkan kekecewaan pengurus GMNI Medan yang bermaksud melakukan klarifikasi atas berbagai isu krusial tersebut.

Akhirnya, hanya tampil dua pembicara yakni Wakil Ketua GMNI Medan Damses Sianturi dan akademisi dari Universitas Nommensen Dr Hisar Siregar.

Sebelumnya Ketua GMNI Medan Surya Nasution mengatakan, mereka mengundang Bobby Nasution untuk mempertanyakan sekaligus menguji nyalinya guna menjelaskan berbagai isu dan persoalan, baik terkait pembangunan Kota Medan maupun yang menyangkut dirinya pribadi.

“Ternyata Bobby tidak punya nyali. Ini catatan bagi kita, dan membuka ruang wawasan dan cakrawala kita semua. Karena masalah di Kota Medan bukan hanya masalah GMNI tapi seluruh masyarakat,” kata Surya.

Rizky Siregar, salah seorang aktivis yang diundang mrmberi, mengatakan sebagai salah satu kontestan Pilkada Sumatera Utara sangat disayangkan Bobby tidak hadir.

“Padahal ini momentum bagi kita untuk menilai calon gubernur kita. Apalagi Bobby sebagai calon yang banyak dikaitkan dengan berbagai kasus, ini bisa jadi forum justifikasi dan menjelaskan kasus-kasus yang dituduhkan itu.,” ucap Rizky.

Sementara itu Damses Sianturi dalam penyampaian materinya memaparkan,, pelayanan publik di Kota Medan telah menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat.

Beberapa permasalahan seperti proyek lampu Pocong yang mangkrak dan menimbulkan polusi di pedestrian Kota Medan, proyek Simpang Sudirman yang memakan korban, dan proyek mangkrak lainnya seperti Lapangan Merdeka dan Islamic Center Medan Martubung menjadi bukti bahwa tata kelola kota masih memiliki banyak kekurangan, baik dari segi transparansi maupun
akuntabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *